Esai 1 Nurul anisa
Nama:Nurul Anisa
NIM: 23310410060
Kelas: Karyawan
Mata Kuliah: psikologi lingkungan
PERILAKU PEMILIHAN SAMPAH DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOLOGIS
Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi pengelolaan sampah, tetapi juga dengan perilaku manusia. Salah satu perilaku yang penting dalam pengelolaan sampah adalah pemilahan sampah. Pan dan Liu (2024) melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemilahan sampah dengan menggunakan pengembangan Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini juga membandingkan perilaku pemilahan sampah pada anak-anak dan orang dewasa.
Penelitian tersebut melibatkan 339 anak berusia 9–12 tahun dan 379 orang dewasa berusia 18–66 tahun. Peneliti melihat hubungan antara sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, pengetahuan, kesadaran, niat, dan perilaku pemilahan sampah. Dalam penelitian ini, variabel dependen atau variabel tergantungnya adalah perilaku pemilahan sampah. Sementara itu, sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, pengetahuan, kesadaran, dan niat digunakan untuk melihat faktor-faktor yang berkaitan dengan terbentuknya perilaku tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan faktor yang berhubungan dengan perilaku pemilahan sampah antara anak-anak dan orang dewasa. Pada orang dewasa, sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan pengetahuan berhubungan positif dengan niat untuk memilah sampah. Selain itu, persepsi kontrol perilaku dan niat juga berhubungan positif dengan perilaku pemilahan sampah. Pada anak-anak, persepsi kontrol perilaku dan kesadaran berhubungan positif dengan niat, sedangkan persepsi kontrol perilaku berhubungan positif dengan perilaku pemilahan sampah.
Dari hasil tersebut dapat dipahami bahwa perilaku membuang dan memilah sampah tidak hanya dipengaruhi oleh adanya fasilitas atau teknologi. Faktor psikologis dan cara seseorang memandang kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan juga memiliki peran. Perbedaan hasil antara anak-anak dan orang dewasa menunjukkan bahwa upaya meningkatkan perilaku pemilahan sampah perlu memperhatikan karakteristik kelompok yang menjadi sasaran.
Jurnal ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku terhadap sampah dapat dipahami melalui faktor psikologis. Oleh karena itu, meningkatkan pengetahuan saja belum tentu cukup. Perlu adanya upaya yang dapat membangun sikap, kesadaran, niat, serta keyakinan bahwa seseorang mampu melakukan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Pan, J. & Liu, P. (2024). Exploring waste separation using an extended theory of planned behavior: a comparison between adults and children. Frontiers in Psychology, 15.
Komentar
Posting Komentar