Essai 1- Meringkas Jurnal Sampah_Psikologi Lingkungan_25310410014_Agnes Ika Febriana

 RESUME JURNAL dengan JUDUL:

Mengubah Kebiasaan, Menyelesaikan Masalah: Mengapa Masalah Sampah Adalah Isu Perilaku Manusia?


AGNES IKA FEBRIANA

25310410014

Psikologi Lingkungan/Kelas: Karyawan (B)

Tugas Essai 1- Meringkas Jurnal Sampah

Dosen pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA


Penulis: 

Avin Fahrudin Helmi

Topik: 

Pola Perilaku Kebersihan: Studi Psikologi Lingkungan pada Masyarakat Perkotaan

Sumber: 

Makara Human Behavior Studies in Asia, Vol. 13, No. 1, hlm. 37–47

DOI: https://scholarhub.ui.ac.id/hubsasia/

Latar Belakang:

Masalah penumpukan sampah di lingkungan sekitar sering kali dianggap sebagai persoalan teknis semata. Banyak pihak menilai bahwa solusi utama untuk menyelesaikan krisis sampah adalah dengan menyediakan sarana fisik yang canggih, seperti mesin daur ulang modern, tempat sampah pintar, atau memperluas area pembuangan akhir. Padahal, dari sudut pandang psikologi, penyediaan teknologi dan fasilitas fisik tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak disertai dengan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Penanganan sampah pada hakikatnya lebih bergantung pada kebiasaan manusia sehari-hari dibandingkan dengan kecanggihan alat yang dimiliki.

Tujuan Penelitian:

Penelitian ini bertujuan untuk memahami serta menganalisis sejauh mana faktor perilaku memengaruhi efektivitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Selain itu, penelitian ini fokus mengidentifikasi variabel terikat utama, yaitu tingkat kebiasaan membuang sampah sembarangan dan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga.

Metode Penelitian:

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan serta penyebaran kuesioner kepada responden di area pemukiman kota. Data yang dikumpulkan meliputi kebiasaan harian masyarakat dalam mengelola sampah, ketersediaan fasilitas di sekitar mereka, serta tingkat pemahaman mereka terhadap kebersihan lingkungan.

Hasil:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas sampah yang memadai ternyata tidak secara otomatis menurunkan angka pembuangan sampah sembarangan. Variabel terikat berupa kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan masih tergolong tinggi karena dipengaruhi oleh dua faktor utama:

1. Norma Sosial Lingkungan: Ketika masyarakat berada di lingkungan yang terbiasa membiarkan sampah berserakan tanpa ada sanksi sosial, perilaku membuang sampah sembarangan akan dianggap wajar.

2. Rasa Tanggung Jawab: Sebagian besar masyarakat masih merasa bahwa kebersihan tempat umum adalah tanggung jawab pemerintah semata, bukan kewajiban individu.

 Kesimpulan:

Pengelolaan sampah yang efektif tidak bisa hanya mengandalkan penyediaan teknologi atau sarana fisik semata, melainkan harus menyentuh akar permasalahannya, yaitu perubahan perilaku manusia. Intervensi psikologis berupa edukasi pembiasaan sejak dini, pembentukan norma kelompok yang positif, serta pemberian penguat reward dan sanksi jauh lebih efektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Esai 1_Review Jurnal_Psi Lingkungan_Muhamad Ridho Rasyidin_25310410005